Minggu, 08 Januari 2017

Metode Pembelajaran Kumon

KUMON

Apa itu Metode KUMON?

Metode Kumon adalah suatu model belajar dari Jepang dan dikembangkan pertama kali oleh Toru Kumon, seorang guru matematika SMU yang pada awalnya ingin membantu pelajaran matematika anaknya yang waktu itu masih duduk di kelas 2 SD. Metode Kumon menggunakan bahan pelajaran berupa lembar kerja yang disusun sedemikian rupa secara sistematis dan small step yang berisi materi pelajaran matematika dari tingkat prasekolah sampai dengan tingkat SMU. Bahan pelajarannya dirancang sehingga anak dapat mengerjakan dengan kemampuannya sendiri, bahkan memungkinkan bagi anak untuk memperlajari bahan pelajaran di atas tingkatan kelasnya di sekolah.
Di Metode Kumon, anak diberikan bimbingan secara perseorangan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Karena itu, sebelum memulai pelajarannya di Kumon, anak diberikan tes penempatan untuk mengetahui titik pangkal yang tepat. Program belajar dimulai dari bagian yang dapat dikerjakan anak dengan mudah, dan sedikit demi sedikit dilanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi.


Toru Kumon percaya bahwa apa yang mungkin bagi seorang anak adalah mungkin juga bagi anak-anak yang lain. Karenanya, ia mulai menawarkan kesempatan untuk belajar dengan metode ini kepada sebanyak mungkin anak.

Dalam penerapannya metode ini membagi kedalam 6 tahap, diantaranya:
  1. Mula-mula, anak mengambil buku saku yang telah disediakan, menyerahkan lembar kerja PR yang sudah dikerjakannya di rumah, dan mengambil lembar kerja yang telah dipersiapkan pembimbing untuk dikerjakan anak pada hari tersebut.
  2. Anak duduk dan mulai mengerjakan lembar kerjanya. Karena pelajaran diprogram sesuai dengan kemampuan masing-masing, biasanya anak dapat mengerjakan lembar kerja tersebut dengan lancar.
  3. Setelah selesai mengerjakan, lembar kerja diserahkan kepada pembimbing untuk diperiksa dan diberi nilai. Sementara lembar kerjanya dinilai, anak berlatih dengan alat bantu belajar.
  4. Setelah lembar kerja selesai diperiksa dan diberi nilai, pembimbing mencatat hasil belajar hari itu pada “Daftar Nilai”. Hasil ini nantinya akan dianalisa untuk penyusunan program belajar berikutnya.
  5. Bila ada bagian yang masih salah, anak diminta untuk membetulkan bagian tersebut hingga semua lembar kerjanya memperoleh nilai 100. Tujuannya, agar anak menguasai pelajaran dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
  6. Setelah selesai, anak mengikuti latihan secara lisan. Sebelum pulang, pembimbing memberikan evaluasi terhadap pekerjaan anak hari itu dan memberitahu materi yang akan dikerjakan anak pada hari berikutnya.

Siapa saja yang bisa belajar dengan Metode KUMON?Anak mempunyai potensi yang tidak terbatas. Untuk mengembangkan potensi ini secara maksimal, diperlukan bimbingan dan lingkungan yang mendukung tanpa membatasi usia anak. Bahkan anak usia prasekolah yang belum bisa memegang pensil pun dapat memulai belajar dengan metode KUMON. Untuk anak usia prasekolah selain lembar kerja, juga digunakan alat bantu seperti papan bilangan magnetik, jigzaw puzzle, kartu bilangan dan sebagainya yang dirancang secara khusus.


Hasil Belajar Metode KUMONProgram dan bimbingan Metode Kumon yang diberikan secara perorangan pada tingkatan dan porsi yang tepat akan mengembangkan kemampuan matematika anak. Selain itu belajar dalam waktu yang singkat dan rutin setiap harinya, maka dalam diri anak akan terbentuk kemampuan berkonsentrasi, ketangkasan kerja, kemampuan berpikir, kebiasaan belajar dan rasa percaya diri yang merupakan dasar untuk mempelajari hal-hal lainnya.

Apakah Metode KUMON hanya mempelajari matematika saja?Selain matematika berhitung, Metode Kumon juga sampai pada tahap yang lebih luas seperti aljabar, trigonometri, kalkulus dan matematika tingkat lanjut, bahkan di negara-negara lain Metode Kumon juga dikembangkan untuk materi pelajaran lainnya seperti pelajaran bahasa inggris, bahasa jepang, bahasa jerman, bahasa perancis, dan lain sebagainya.

Metode Pembelajaran Sempoa

SEMPOA

Metode Sempoa merupakan metode yang digunakan untuk melatih konsentrasi anak dalam berhitung dengan menggunakan alat bantu hitung yang dinamakan "SEMPOA".
"Dengan kata lain metode sempoa adalah metode dasar sebelum anak mengenal angka"

Anak diharapkan ke depannya kalau sudah mahir tanpa harus menggunakan alat bantu "SEMPOA" sudah dapat berhitung dengan cepat dan teliti tanpa menggunakan kalkulator, walaupun menghitung angka sampai ribuan.



Sempoa adalah metode belajar yang digunakan oleh orang Cina yang diajarkan sejak lama, hasilnya sangat nyata, terlihat dari orang-orang Cina yang pintar 

Menghitung & Dasar-dasarnya



Menambah & Mengurangkan




Mengalikan & Membagi




Materinya dapat didownload : 

https://drive.google.com/file/d/0Bx8TBzt2UwUBTkdIZHd2Z2lodGs/view?usp=sharing

Metode Pembelajaran Jarimatika

JARIMATIKA

Jarimatika adalah cara berhitung (operasi Kali-Bagi-Tambah-Kurang) dengan menggunakan jari-jari tangan.


Apa nilai lebihnya?
Alatnya selalu tersedia dan tidak perlu dibeli
Alatnya tidak akan pernah ketinggalan atau disita saat ujian
Tidak memberatkan memori otak dengan bayangan
Menyenangkan dan juga… MUDAH!

PERKEMBANGAN JARIMATIKA
  Endapan-endapan pertanyaan lama mulai bermunculan seperti mengapa anak-anak mesti dilarang menggunakan alat hitung? Mengapa ada guru yang melarang muridnya menggunakan jari sebagai alat hitung namun mengizinkan penggunaan lidi? Perlukah anak dipacu untuk berhitung cepat?
  Kami melihat Jarimatika bukan sekedar cara berhitung. Jarimatika lebih   merupakan alat komunikasi orangtua kepada anak-anaknya. Jarimatika adalah sebuah cara sederhana dan menyenangkan mengajarkan berhitung   dasar kepada anak-anak menurut kaidah:
Dimulai dengan memahamkan secara benar terlebih dahulu tentang konsep bilangan, lambang bilangan, dan operasi hitung dasar.
Barulah kemudian mengajarkan cara berhitung dengan jari-jari tangan.

Prosenya diawali, dilakukan dan diakhiri dengan gembira.





Jarimatika Penjumlahan & Pengurangan





Jarimatika Perkalian & Pembagian


Materinya dapat didownload : 

https://drive.google.com/file/d/0Bx8TBzt2UwUBWlV6Ym43c25mUmM/view?usp=sharing


Metode Pembelajaran Sakamoto

Apakah Metode Sakamoto itu?

Berasal dari Jepang, Metode Sakamoto Math adalah pendekatan visual untuk pemecahan masalah. Ini adalah metode yang mantap dan inovatif untuk memecahkan soal cerita. Metode Sakamoto memberikan siswa teknik yang sistematis dan terstruktur secara sederhana untuk menganalisa pertanyaan dengan cara yang logis. Karena penekanannya pada pemahaman konsep dan aplikasi, dan bukan pada belajar hafalan, maka menghasilkan pemikiran logis dan kreatif, sehingga meningkatkan kemampuan siswa dalam pemecahan masalah, utamanya soal cerita.
Metedo Sakamoto dikembangkan oleh Dr Hideo Sakamoto untuk memungkinkan anak-anak untuk tidak hanya mengatasi aspek mekanik dari pemecahan masalah, tetapi yang lebih penting adalah meningkatkan pemahaman dan kreativitas mereka ketika bergulat dengan masalah matematika.
Secara singkat, Metode Sakamoto terdiri dari tiga langkah dasar yang sederhana.
  1. Langkah pertama adalah menganalisis masalah, menentukan fakta-fakta penting dari pertanyaan soal, dan menangkap hubungan data satu sama lain. Di sini, para siswa mengatur dan menghubungkan informasi secara sistematis dalam bentuk seperti tabel.
  2. Langkah kedua adalah menerjemahkan informasi yang dikumpulkan pada langkah pertama menjadi diagram linear atau model. Diagram linear akan membantu siswa menentukan dan memahami logika di balik perhitungan yang harus mereka lakukan pada langkah berikutnya.
  3. Pada langkah terakhir, siswa menulis persamaan matematis dan melakukan perhitungan untuk tiba di jawaban akhir.
Dengan menggunakan Metode Sakamoto, anak-anak dilatih untuk memahami esensi dari pertanyaan itu dan menyederhanakan ke bentuk diagram yang sederhana.


Daya Saing Metode Sakamoto

  • Membantu untuk meningkatkan kinerja siswa dalam Matematika.
  • Menyediakan teknik terstruktur & sistematis untuk pemecahan masalah.
  • Mengembangkan kemampuan berpikir logis dan analitis.
  • Memupuk berpikir kreatif.
  • Mengembangkan pemahaman tentang konsep & aplikasi.
  • Memperkuat Matematika dasar siswa.
  • Menjadikan pemecahan soal cerita menjadi mudah, akurat & cepat.

Manfaat apa yang diperoleh dengan mengikuti Metode Sakamoto ?

  • Membangun kemampuan berpikir Logis-Analitis.
  • Mengajarkan cara terstruktur/sistematis dalam menyelesaikan soal dengan mudah, teliti dan cermat.
  • Meningkatkan kemampuan yang mendasar untuk siswa dalam pelajaran matematika.
  • Membangun pengertian konsep dan aplikasinya
  • Mengembangkan pola pikir kreatif dan imajinatif


Fobia Matematika?

Fobia / rasa takut terhadap matematika mengakibatkan banyak sekali siswa – siswi Sekolah Dasar mengalami kesulitan dalam pelajaran matematika.
Dengan Metode Sakamoto yang sederhana dan mudah dimengerti, namun cepat dan akurat dalam memecahkan soal dengan pemikiran Logis-Analitis, akan membuat siswa tidak hanya sekedar bisa, melainkan lebih dari itu, siswa menjadi suka dan senang matematika.
Tak ada lagi Fobia Matematika. Matematika akan menjadi sahabat setiap siswa Sekolah Dasar.

Contoh Soal 


Amir memiliki uang Rp. 800,oo lebih banyak dari dua kalinya uang Budi. 
Kemudian Amir memperoleh Rp. 6.500,oo dan Budi membelanjakan Rp. 1.400,oo
Sekarang uang Amir adalah empat kalinya uang Budi ?
Berapah uang Amir pada mulanya?
(1) G.R. (Grasp of Relationship) 
Pembentukan G.R. membuat murid mengerti data dengan sistematis
Murid menganalisa data dan hubungan antar dari dari soal di atas.
Kemudian akan dilanjutkan ke tahap pembuatan diagram
sakamoto soal 1 GR
(2) Diagram
Pembuatan diagram akan membantu siswa untuk lebih memahami G.R.
Diagram menyederhanakan dan menjadikan solusi menjadi lebih mudah
sakamoto soal 1 Dg
(3) Penulisan
Penulisan adalah bentuk terakhir dari langkah berpikir sistematis
Penulisan tidak lain adalah penulisan cara atau langkah seperti di sekolah
untuk mendapatkan jawaban yang benar
Rp. 800,oo + Rp. 6.500.oo = Rp. 7.300,oo
4 x Rp. 1.400,oo = Rp. 5.600,oo
Rp. 7.300,oo + Rp. 5.600,oo = Rp. 12.900,oo
4-2=2
Rp 12.900,oo : 2 = Rp. 6.450,oo ? satu lingkaran, Budi
2 x Rp. 6.450,oo + Rp. 800,oo = Rp. 13.700,oo ? satu lingkaran, Amir
—————————————————————————

Suatu kedai buah menjual buah pir seharga Rp. 700,oo dan apel seharga Rp. 400,oo. Sally membeli beberapa buah pir dan Tom membeli beberapa buah apel. Sally membelanjakan uang Rp. 1.100,oo lebih banyak dari Tom tapi Sally memiliki 7 buah lebih banyak dari Tom.
a) Berapa banyak buah pir yang Sally beli ?
b) Berapa banyak uang yang dibelanjakan Tom?

(1) G.R
soal sakamoto 2 GR
(2) Diagram.
soal sakamoto 2 Dg
(3) Penulisan.
7 x Rp. 700,oo = Rp. 4.900,oo
Rp. 1.100,oo + Rp. 4.900,oo = Rp. 6.000,oo
70 – 40 = 30
(6.000 : 30) x 1 buah = 20 ? satu lingkaran, banyak apel yang dibeli Tom
20 – 7 = 13 ? banyak pir yang dibeli Sally
20 x Rp. 400,oo = Rp. 8000,oo ? uang yang dibelanjakan Tom

Materinya Dapat didownload :

https://drive.google.com/file/d/0Bx8TBzt2UwUBVklTRms5YmtXVUU/view?usp=sharing